Peneliti Muda Denpasar Raih 2 Emas di Ajang WICO Korea Selatan

Beritabali.com, Denpasar. Peneliti Muda Denpasar berhasil meraih 2 emas dalam ajang World Invention and Creativity Olimpiad (WICO) 2018 di Seoul, Korea Selatan. WICO yang merupakan  kompetisi penelitian digelar pada  Sabtu, (4/8) dan diikuti 19 negara dari Asia, Amerika dan Afrika.

Peneliti muda Denpasar berhasil meraih 2 emas dan 8 perak. Emas disumbangkan oleh tim peneliti dari SMAN 3 Denpasar dan tim gabungan SMPN 3 Denpasar dengan SMUN 4 Denpasar.
Selain mendapatkan emas tim peneliti muda dari SMPN 3 Denpasar juga mendapatkan best of the best. Best of the best tersebut diraih oleh Ni Made Galuh Cakrawati Dharma Wijaya dan kawan-kawan pada penelitian superkapasitor dari tanaman ketapang.
Tim dari SMAN 3 Denpasar juga mendapatkan spesial award dari India. Spesial award juga didapatkan oleh SD Cipta Dharma dari Asosiasi Penelitian Internasional (WIPA).
Sementara 8 perak disumbangkan oleh SMAN 3 Denpasar (1 perak), SMAN 2 Denpasar (1 perak), SMAN 7 Denpasar (3 perak),  SMPN 3 Denpasar   (2 perak),  dan SD Cipta Dharma (1 perak). (bbn/rls/rob)
Sumber : https://www.beritabali.com/read/2018/08/05/201808050001/Peneliti-Muda-Denpasar-Raih-2-Emas-di-Ajang-WICO-Korea-Selatan.html

Tim Universitas Sebelas Maret Jadi Juara di Macao International Innovation and Invention Expo 2018

​​​​​Lagi, Indonesia mendapatkan kabar gembira dari prestasi mahasiswanya. Pada partisipasi pertamanya dalam ajang 2018 Sixth Macao International Innovation Exhibition of Inventions (MIIIE) di Makau,13 – 15 Juli 2018, tim dari Universitas Sebelas Maret, Surakarta langsung meraih Special Award dari World Invention Intellectual Property Association (WIIPA) dan medali emas dari MIIIE. Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi mereka dalam memanfaatkan kelapa menjadi produk interior peredam polusi suara. Gagasan produk tersebut dapat menjadi solusi bagi sekitar 12 juta penduduk Indonesia yang memiliki gangguan  pendengaran. Tim dari Universitas Sebelas Maret diperkuat oleh 5 mahasiwa lintas jurusan, yaitu Ahmad Thabib Mubarok-Jurusan Fisika, Fajar Julian Santosa-Jurusan Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, Avina Utari-D3 Manajemen Perdagangan, dan Finna Aqhinna-Jurusan Pendidikan Administrasi Perkantoran, serta A’isah-Jurusan Desain Interior. Bermodalkan informasi terbuka dari internet dan dukungan pihak Universitas, kelima mahasiswa tersebut mempersiapkan produk yang dinamai CODE-PRO (singkatan dari Coco Fiber Diffussorber For Interior Product) dalam waktu 3 bulan.

Kepada staf KJRI Hong Kong, Ahmad Thabib Mubarok menyampaikan kesannya dalam mengikuti kompetisi tersebut. “Walaupun di sana kita jadi kaum minoritas, tidak kalah bersaing dengan negara-negara maju. Apa yang kita bawa dari Indonesia dianggap unik oleh mereka. Saya sangat bangga dengan kekayaan sumber daya alam dan kebudayaan Indonesia”, ujarnya.

Bangga akan prestasi yang diraih mahasiswa tersebut, Konsul Jenderal RI Hong Kong, Tri Tharyat, berharap semakin banyak mahasiwa dan pemuda Indonesia yang meraih prestasi membanggakan di kancah internasional, khususnya dalam dunia inovasi. Sebagai bangsa yang kreatif dan memiliki daya saing, pemuda Indonesia sudah sepatutnya memiliki pola pikir global dan keberanian dalam bersaing dengan kompetitor berbagai negara.

(sumber: Pensosbud KJRI Hong Kong)​​​

Young Scientist INNOPA Berhasil Meraih 1 Emas dan 1 Silver di IYSIE Kuala Lumpur

Berita membanggakan datang dari SMA Kristen Harapan Bali dan SMA N 1 Kediri yang berhasil membawa pulang 1 medali Emas, 1 medali Silver dan 1 Special Award di ajang International Young Scientist Innovation Exhibition di RhR Hotel Uniten Malaysia. Para peneliti muda yang merupakan naungan INNOPA salah satunya dari SMA Kristen Harapan Bali membuat sebuah produk Brriket dari limbah Canang. Peneliti Muda yaitu Widya menjelaskan bahwa ” Bali adalah salah satu provinsi dengan mayoritas agama Hindu terbesar di Indonesia dan terkenal karena ritual keagamaannya. Hampir setiap hari ritual keagamaan dilakukan sebagai bentuk persembahan kepada Tuhan. Salah satu hal yang digunakan dalam pelaksanaan ritual keagamaan adalah canang. Canang ditutupi oleh ceper (nampan yang terbuat dari daun palem) yang diisi dengan daun, buah, dan bunga berwarna-warni. Canang digunakan baik di lingkungan rumah tangga dan lingkungan kuil, sehingga setiap hari akan ada banyak limbah canang. Penanganan sampah tidak hanya berhenti pada pemilahan saja, perlu upaya perawatan yang komprehensif untuk membuatnya lebih bermanfaat. limbah canang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, misalnya sebagai briket. Briket digunakan untuk menggantikan bahan bakar fosil oleh rumah tangga karena Briket adalah hijau, ramah lingkungan dan berkelanjutan dan mudah untuk ditangani. Briket limbah Canang dapat menjadi salah satu solusi untuk masalah penanganan limbah serta bahan bakar alternatif yang murah. Bahan baku dalam bentuk limbah canang mudah didapat karena mayoritas orang Bali beragama Hindu yang menggunakan canang dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu Peneliti muda dari SMA N 1 Kediri, Shona dan Fidya Membuat tisu basah dari belimbing wuluh. Mereka mengatakan “Bawang adalah tanaman rumpun yang termasuk dalam salah satu varietas yang dapat digunakan sebagai desinfektan untuk hama pertanian. Sementara itu, belimbing wuluh adalah buah yang saat ini hanya digunakan sebagai bumbu dapur dan nit lebih banyak diproses. Baik bawang merah maupun belimbing wuluh, berdasarkan beberapa kajian pustaka, mengandung sejumlah senyawa yang memiliki sifat sebagai senyawa flavonoid desinfektan. Melalui metode ekstraksi dengan memadukan secara terpisah dan memanaskannya dalam suhu konstan 60, ekstrak bawang merah dan belimbing wuluh kemudian dicampur dengan alkohol untuk digunakan sebagai pembersih tangan antiseptik alami yang diaplikasikan melalui tisu basah untuk pembersih tangan dan kompres demam instan. Hasil uji organolaptik melalui metode tes responden dimana 10 responden memberikan penilaian setelah melakukan uji observasi pada masing-masing sampel untuk lap basah (hand sanitizer) dan kompres demam disimpulkan bahwa ekstrak bawang merah dan belimbing wuluh dapat dikombinasikan menjadi antiseptik. bahan yang dapat diterapkan untuk berbagai produk komersial dalam bentuk pembersih tangan dan bantalan demam praktis dalam bentuk tisu”.

Semoga prestasi para peneliti muda tdiatas dapat memberikan inspirasi bagi para siswa di Indonesia ya. Selamat kepada Fidia, Shona dan juga Widya.

 

Indonesia Berhasil Menyabet Medali Silver di OKSEEF Turkey

Program musim panas INNOPA kali ini dikemas dengan sangat menarik yaitu Training, Tour dan Competition. Indonesia turut berpartisipasi di ajang Oguzhan Science Engineering Energy Fair 2018 yang di selenggarakan di Turkey tanggal 4-10 Juni kemarin, Program ini dikemas sangat berbeda dari program pameran biasanya. Program yang menawarkan kegiatan-kegiatan yang sangat edukatif mulai dari kompetisi, seminar, ice breaking, tour, malam budaya, exchange gift, danlain sebagainya membuat para peserta sangat menikmati kegiatan ini mulai hari pertama sampaiselesai.
  
Program yang di khususkan untuk Sekolah Menengah ini diikuti oleh negara negara bagian Eropa, Amerika, Afrika, Timur Tengah, Asia dan juga Asia Tengah. Menariknya lagi Tim Indonesia dari sekolah SMA Semesta Semarang berhasil memperoleh juara 2 di Bidang Biologi, kemudian diikuti oleh SMA Lazuardi yang berhasil menempati Juara 3 di bidang Engineering dan juga juara 4 di bidang Biologi. Penjurian yang sangat ketat sekali karena seluruh peserta di wajibkan untuk melakukan oral presentasi di hadapan juri dan mendemonstrasikan alat-alat nya serta hasil yang di dapat. 

Tentu ini tidak mudah karena para peserta bersaing dengan seluruh perwakilan terbaik dari berbagai sekolah International dari negara negara bagian yang disebutkan diatas. 

Selamat kepada tim Indonesia

Inovator Wanita Berlaga di Ajang Korea International Women’s Inventor Exposition 2018

Menjadi inovator wanita siapa takut ? Itulah slogan dari para Inovator Wanita bidikan INNOPA yang berlaga di ajang Korea International Women’s Inventor Exposition (KIWIE) 2018 di Korea Selatan. Kegiatan KIWIE merupakan kegiatan pameran inovasi wanita terbesar di dunia yang diikuti oleh lebih dari 30 negara. Kegiatan ini berlangsung mulai dari tanggal 28 Juni sampai 1 Juli 2018 yang kemudian dilanjutkan dengan akademi IP Women’s and Creative Leader sampai dengan tanggal 3 Juli.

Inovator  INNOPA yang berasal dari 6 Tim Universitas Brawijaya, dan 1 SMA Matauli Pandan yang berhasil menyabet 4 Emas, dan 1 Silver serta special award dari berbagai negara. Salah Satu Inovasi yang dipamerkan diajang KIWIE yaitu dari tim SMAN 1 Matauli Pandan yaitu Tesalonika R.M Panggabean, Putri Meilisa Aragih, Lydia Togu Swastika Purba, Ilham Indanu Sitepu, Fricilia Hanna Arthawaty Damanik,and Alfandri Siagian dengan judul Bruzyfera Powder yaitu membuat  bubuk herbal praktis dan berguna untuk kesehatan. bubuk ini, mengandung antioksidan dari campuran isi buah Makassar (Brucea Javanica), Salam daun (syzygium Polyanthum), dan akar kelapa (Cocos Nucifera L.). Jadi bubuk herbal ini bisa mengobati penyakit seperti demam, hipertensi, malaria, kanker, dan diabetes. Ketiga tanaman ini mengandung anti-oksidan. Ada kandungan senyawa bruceina dalam buah berry yang memiliki anti-sifat malaria dan antikanker. Ada juga Vitamin C, Vitamin A, Flavonoid, Asam Urat, Antioksidan, Rutin, Salisilat, Asam Caffeic, dan fitonutrien dalam daun salam. Di mana senyawa – senyawa ini bisa menurunkan kadar gula darah. Begitu juga kandungan akar kelapa yang bisa diturunkan kadar gula darah dan mengobati penderita struk dan mata kabur.

Selain itu Tim dari Universitas Brawijaya Indri Hafida , Adinda Putri Zahrah , Linda Arum , Habsari Yusrindra , Harion Budiharjo membawa produk Mydietday: An Alternative Solution to Obesity and Overweight based Websites to Improve Healthy and Effective Diet dimana produk ini merupakan  situs web diet sebagai instrumen yang mudah diakses melalui smartphone / laptop yang dirancang secara umum untuk menghitung energi yang dibutuhkan,
status gizi, berat badan ideal, untuk memberikan saran aktivitas fisik yang tepat, menu yang disusun untuk menurunkan berat badan (obesitas / kelebihan berat badan) baik meningkatkan berat badan (Berat badan kurang). Selain itu, situs web ini juga dapat berkembang sebagai rencana bisnis dimana pelanggan dapat memesan makanan sesuai dengan menu yang telah diatur pada katering yang disediakan, disimpan dan riwayat akses ulang dari program diet itu telah dibuat sebelumnya, bahkan untuk berkonsultasi dengan ahli diet terdaftar melalui live chat.

Produk Inovasi luar biasa bagi para Inovator Wanita Indonesia yang peduli akan masalah di sekitar dengan memecahkan masalah tersebut membuat sebuah produk sederhana namun bermanfaat. Semoga para wanita di seluruh Indonesia dapat terinpirasi dengan prestasi dari para Inovator Wanita diatas ya.

Indonesia Raih 20 Emas di Ajang ITEX 2018 Kuala Lumpur

KBRN, Jakarta : Berita membanggakan datang dari Inovator Muda Indonesia yang berhasil meraih 20 medali Emas, 31 perak dan 19 Perunggu di ajang “29th International Invention, Innovation and Technology Exhibition 2018″. Indonesia melalui Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) membawa 70 proyek inovasi dari berbagai institusi Pendidikan di Indonesia, mulai dari SD, SMP, SMA dan Universitas, di antaranya SD Ar-Rahman Motik Jakarta, SMP Nusa Dua, SMPN 3 Denpasar, SMAN 38 Jakarta, SMAN 6 Yogyakarta, SMA Labschool Unsyiah, universitas Negeri Medan, Universitas Hasanuddin dan Universitas Mercu Buana.

Kegiatan yang digelar selama tiga hari mulai tanggal 10-12 Mei 2018 di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia, diikuti oleh lebih 1.000 proyek inovasi dari 20 Negara, di antaranya Malaysia, Indonesia, China, Jepang, Korea, Yaman, Saudi Arabia, Polandia dan beberapa negara lainnya.

Menurut Megaria Agustina selaku Director International Partnership INNOPA, tahun ini minat anak anak dalam bidang kreativitas dan inovasi meningkat tiga kali lipat mencapai 70 proyek inovasi di ajang ITEX 2018.

“Ini prestasi yang sangat luar biasa bagi negara Indonesia, karena kita sudah mampu bersaing dengan negara lain, khususnya di bidang inovasi dan kreativitas,” ujarnya.

Bidang yang diikuti juga bermacam-macam, mulai dari teknologi, pertanian, mesin, kimia, tekstil, kesehatan, bioteknologi, produk kantor, kebutuhan hidup, elektro, pendidikan, olahraga dan permainan, desain, ilmu sosial dan lainnya.

INNOPA adalah asosiasi nasional yang bergerak dalam bidang pengembangan dan promosi produk-produk inovasi di Indonesia, membantu para innvator Indonesia mempromosikan ide-ide atau produk inovatif mereka ke level internasional

“Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) selaku perwakilan resmi dari internasional, merekrut para inovator muda indonesia melalui seminar dan juga secara online. Dari kurang lebih 250 proyek inovasi yang mendaftar ke INNOPA, tepilih sebanyak 70 proyect untuk maju ke level Internasional,” tutur Megaria Agustina. (Ril/HF)

Indonesia Raih 20 Emas di ITEX 2018 Malaysia

JAKARTA – Berita membanggakan datang dari Inovator Muda Indonesia yang berhasil meraih 20 Emas, 31 Silver dan 19 Perunggu diajang “29th International Invention, Innovation and Technology Exhibition 2018”. Indonesia melalui Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) membawa 70 Project Inovasi dari berbagai institusi Pendidikan di Indonesia mulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Universitas. Diantaranya SD Ar-Rahman Motik Jakarta, SMP Nusa Dua, SMP N 3 Denpasar, SMA N 3 Denpasar, SMA N 2 Denpasar, SMA N 6 Denpasar, SMA N 38 Jakarta, SMA N 6 Yogyakarta, SMA Lazuardi GIS, SMA N 1 Matauli Pandan, SMA Islam As-Shofa, SMA Labschool Unsyiah, SMA N 12 Banda Aceh, Universitas Medan Area, universitas Negeri Medan, Universitas Sumatera Utara, Universitas Hasanuddin, Universitas Mercu Buana, Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga.

Kegiatan yang digelar selama 3 hari tanggal 10-12 Mei 2018 di Kuala Lumpur Convention Center Malaysia diikuti oleh lebih 1000 Projek inovasi di seluruh dunia dari 20 Negara diantaranya Malaysia, Indonesia, Thailand, China, Hongkong, Taiwan, Japan, Korea, Yemen, Oman, Bangladesh, Kyrgikistan, Iran, Saudi Arabia, Qatar, Poland, dan beberapa negara lainnya.

Menurut Director International Partnership INNOPA, Megaria Agustina, peminat bidang kreativitas dan inovasi meningkat pesat. “Tahun ini minat anak anak dalam bidang kreativitas dan inovasi sangat meningkat 3 kali lipat, bahkan 70 project inovasi diajang ITEX 2018 dan ini prestasi yang sangat luar biasa bagi negara Indonesia, karena kita sudah mampu bersaing dengan negara lain khususnya di bidang inovasi dan kreativitas,” katanya.

Bidang yang diikuti juga bermacam-macam mulai dari teknologi, pertanian, mesin, kimia, tekstil, kesehatan, bioteknologi, produk kantor, kebutuhan hidup, elektro, Pendidikan, olahraga dan permainan, desain, ilmu social dan lainnya.

Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) selaku perwakilan resmi dari Internasional merekrut para Inovator Muda Indonesia melalui seminar dan juga secara online, dari kurang lebih 250 Project Inovasi yang mendaftar ke INNOPA tepilih sebanyak 70 project untuk maju ke level Internasional. Tutur Megaria Agustina. (ANP)

WINTEX 2018, Kolaborasi ITB dan INNOPA Promosikan Teknologi dan Inovasi

BANDUNG, itb.ac.id – Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Institut Teknologi Bandung (LPIK-ITB),  dan Indonesian Invention and Innovation Promotion Associaton (INNOPA), bekerja sama menyelenggarakan World Invention and Technology Expo (WINTEX) 2018. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada hari senin hingga selasa, (12-13/3/2018), di Aula Barat dan Aula Timur, Kampus ITB, Jalan Ganesa Bandung.

WINTEX 2018 merupakan kompetisi Inovasi Internasional yang kali ini diikuti lebih dari 100 proyek inovasi peserta dari berbagai negara, seperti Indonesia, Malaysia, India, Sri Lanka, Taiwan, Korea, USA, Croatia, dan Romania. Peserta tercatat berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi.

Kegiatan yang membuka kesempatan bagi para peserta untuk memperkenalkan dan memasarkan produk-produk inovasi, ini dibuka oleh sambutan Presiden INNOPA, Erricha Insan Pratisi, dan kemudian Ketua LPIK ITB, Prof. Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat, M.Eng. Usai pelaksananaan pemotongan pita, Presiden INNOPA memberikan sertifikat kepada Ketua LPIK ITB sebagai simbol dimulainya kerja sama antara INNOPA dengan LPIK ITB.

WINTEX 2018 dimeriahkan oleh penampilan Rampak Kendang, sekaligus sebagai ajang untuk memperkenalkan tarian tradisional Indonesia kepada para tamu maupun pengunjung dari berbagai mancanegara, yang tampak hadir di acara tersebut.

Konsep sustainability atau keberlanjutan merupakan topik seminar yang dipaparkan oleh CEO Total Infra Solutions, Damy Matheus Heezen sebagai salah satu mata acara pembuka. Damy mengungkapkan bahwa, kebanyakan pembangunan di Indonesia belum menerapkan pembangunan berkelanjutan dan masih berupa pembangunan teknis. Oleh karena itu, keberlanjutan harus dijadikan pertimbangan utama berinovasi. Seminar kedua dibawakan oleh Prof. Suhono mengenai Smarty City.

Memasuki siang hari, di Aula Timur mulai dipenuhi peserta pameran proyek inovasi. Dekorasi pameran yang telah disiapkan secara apik oleh setiap peserta pameran, akan mendapat penilaian dari juri yang sebagian besar merupakan staf pengajar di ITB. Peserta berkompetisi untuk penghargaan special prize, medali emas, medali perak, dan juga medali perunggu di berbagai bidang. Bidang-bidang tersebut di antaranya adalah Machinery/Metal, Electricity/Electronic, Information/Communication, Textile/Chemistry, Agro-Fishery Products, Engineering.Construction, Biotcehnology & Health, Educational Items, Social Science & Humanistic, Office Products, Sports and Games, Personal Care Products, Necessaries of Life, dan Design.

Hari kedua WINTEX 2018, Selasa (13/03/2018), dikhususkan untuk pelaksanaan eksibisi. “Acara ini bukan acara yang pertama bagi INNOPA, tapi merupakan acara yang pertama kita berkolaborasi dengan ITB,” tutur Megaria Agustina selaku Direktur International Partnertship INNOPA.

Penulis:  Sabrina Farah Salsabilla_15316046

Dokumentasi: Sabrina Farah Salsabilla_15316046

ITB Journalist Apprentice 2018

Editor : Fivien Nur Savitri

ITB Gandeng INNOPA Gelar Kompetisi Inovasi Internasional

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Keanekaragaman sumber daya alam dan jumlah sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia, memberikan suatu tantangan yang nyata kepada inovator muda. Khususnya, dalam memamerkan dan mempromosikan produk inovasinya. Oleh karena itu, Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) bekerja sama dengan ITB menggelar kompetisi inovasi tingkat internasional.

Inovasi di Indonesia, kata Presiden of INNOPA Erricha Insan Pratis, saat ini, masih banyak yang memanfaatkan sumber daya alam. Sehingga, kurang bisa mengeskplor ke banyak hal.

“Sebagai bentuk apresiasi bagi inovator muda di seluruh dunia, dengan ITB kami menyelenggarakan World Invention and Technology Expo (WINTEX) 2018,” ujar Errich kepada wartawan, belum lama ini.

Errich menjelaskan, WINTEX ini merupakan kegiatan kompetisi Inovasi Internasional di Indonesia. Kegiatan ini, bukan hanya memberikan kesempatan bagi para inovator untuk berlomba, namun juga memasarkan produk inovasi mereka.

WINTEX 2018, kata dia, diselenggarakan di kampus ITB selama dua hari pada 12-13 Maret 2018 yang disponsori oleh PT Pertamina (Persero). Dalam kegiatan ini, dipamerkan juga Lebih dari 100 proyek inovasi dari berbagai institusi dan berbagai negara. Di antaranya Indonesia, Malaysia, India, Sri Lanka, Taiwan, Korea, USA, Croatia dan Romania.

Bentuk kegiatan yang diselenggarakan, kata dia, adalah seminar, pameran dan juga kompetisi. Kompetisi inovasi diikuti oleh berbagai latar belakang mulai dari SMP, SMA, Universitas dan peneliti.

Peserta kompetisi yang berhasil mendapatkan skor terbaik pada masa penjurian akan mendapatkan penghargaan special prize, medali emas, medali silver dan juga medali perunggu. “Para peserta akan bersaing merebutkan penghargaan di berbagai bidang,” katanya.

Errich menjelaskan, beberapa bidang tersebut di antaranya Machinery/Metal, Electricity/Electronic, Information/Communication, Textile/Chemistry, Agro-fishery products, Engineering/Construction, Biotechnology &Health, Educational Items, Social Science & Humanistic, Office Products, Sport & Games, Personal Care Products, Necessaries of life,dan Design.

Menurut Ketua Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK ITB) Suhono Harso Supangkat, INNOPA WINTEX ini, baru tahun ini digelar. Fokusnya, lebih pada tahap awal produk-produk inovasi.

“ITB mencoba menjalin mitra-mitra agar bisa bersama-sama mengembangkan inovasi ini. Kan INNOPA ini, punya jejaring dengan internasional,” katanya.

Suhono menjelaskan, mulai tahun ini ITB memiliki progam Co Creation. Yakni, mengembangkan start up yang ada di ITB dengan menghubungkan jejaring dan koneksi dengan negara-negara lain. Melalui program ini, ITB pun ingin mencoba membantu persoalan yang ada di desa dan kota.

“Di sini kan ada start up dan inovation. Kami ingin gotong royong teknologi bisa masuk dan dimanfaatkan oleh stakeholders,” kata Suhono seraya mengatakan, Co Creation ini merupakan laboratorium kehidupan untukstart up.

ITB Gandeng Innopa Jaring Inovator Muda Unjuk Karya di Wintex 2018

Mediaindonesia.com – INVENTION and Innovation Promotion Association (Innopa) bersama kampus terkemuka Institut Teknologi Bandung menjalin kerja sama menggelar World Innovation and Technology Expo (Wintex) 2018.

Kegiatan Wintex 2018 yang digelar di Aula Barat Kampus ITB pada 12-13 Maret 2018 itu merupakan kompetisi inovasi internasional di Indonesia. Even ini memberikan kesempatan bagi para inovator, khususnya kalangan inovator muda, untuk unjuk karya melalui lomba juga turut memasarkan produk inovasi mereka.

Melalui keterangan tertulis, Rabu (14/3), President of Innopa, Erricha Insan, mengemukakan, saat ini, masih banyak inovator yang memanfaatkan sumber daya alam. Sehingga, belum mampu mengeskplor berbagai hal. Sedangkan inovator di luar negeri telah banyak memanfaat sumber daya bukan alam.

“Ya kita akui bahwa inovator di luar negeri sudah lebih banyak yang berkaitan dengan Internet of Things (IoT),” cetus Errich seraya menambahkan kegiatan pameran ini merupakan proses awal tahap komersialisasi inovator.

Ia menjelaskan, kegiatan ekspo ini disponsori PT Pertamina (Persero). Lebih dari 100 proyek inovasi yang dipamerkan dari berbagai institusi dan juga berbagai negara di antaranya Indonesia, Malaysia, India, AS, Korea, Sri Lanka, Taiwan, Rumania, dan Kroasia.

Adapun bentuk kegiatan yang digelar berupa seminar, pameran, serta kompetisi. Kompetisi inovasi diikuti berbagai jenjang peserta mulai tingkat SMP, SMA, universitas, dan peneliti.

Mereka bersaing merebutkan penghargaan di berbagai bidang, yakni machinery/metal, electricity/electronic, information/communication, textile/chemistry, agro-fishery products, engineering/construction, biotechnology and health, educational items, social science and humanistic, office products, sport and games, personal care products, necessaries of life, dan design.

CSR dan SMEPP Advisor Pertamina, Affan Hidayat, menjelaskan, Pertamina saat ini banyak berperan dalam pengembangan start up. Banyak potensi start up yang berkualitas dan harus mendapatkan bantuan dari berbagai kalangan. Pihak Pertamina pun memberikan bantuan berupa CSR.

Dalam kesempatan sama, Kepala Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB, Suhono Harso Supangkat, mengingatkan selama ini pelaku start up berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, melalui Innopa Wintex diharapkan pihak Innopa turut berkontribusi dengan memanfaatkan jejaring internasional yang dimiliki.

Pada tahun ini, kata dia, ITB memiliki progam co creation. Suatu bentuk program yang mengembangkan start up yang ada di ITB dengan menghubungkan jejaring dan koneksi dengan negara-negara lain.

Melalui program ini, ITB pun ingin mencoba membantu persoalan yang ada di desa dan kota, seperti masalah sampah dan lingkungan.

“Kita bisa coba 5-6 start up bergotong royong dalam suatu kawasan membangun di perdesaan dan perkotaan,” cetusnya. (RO/OL-1)