AMIKOM Yogyakarta berhasil meraih medali emas di World Invention Creativity Olympic (WICO) Award 2018 (4/8) di Seoul, Korea Selatan. Dengan alat ciptaannya yang bernama fishgator, tim AMIKOM yang terdiri dari Anggit Dwi Hartanto, Mochammad Yusa dan Yudhis Thiro Kabul Yunior menjuarai kategori Electric, Electronic dan Komputer.
Fishgator merupakan platform berbasis IoT (Internet of Thing) pada budidaya ikan berbasis AI dan Sistem Manajemen Data.” Salah seorang anggota tim, Anggit menjelaskan, “fishgator memiliki beberapa fitur utama, antara lain, automatic feeder yaitu sistem pemberi makan otomatis pada ikan berbasis manajemen pakan untuk mengefisiensi jumlah pakan yang keluar.” Keunggulan lainnya adalah sistem monitoring kualitas air berbasis IoT yang dapat dipantau menggunakan smartphone. “Fishgator juga dilengkapi teknologi sistem sirkulasi circlebubble yang merupakan sistem sirkulasi oksigen yang berfungsi menstabilkan kadar oksigen dalam air;” papar Anggit.
Juri mengagumi keunggulan fishgator yang dapat meningkatkan hasil panen ikan yang sebelumnya hanya 24-40 persen menjadi 70 persen. Selain itu, food convertion ratio menjadi sangat optimal, 1 kilogram pakan dapat menjadi 0,8-0,98 kg daging pada area kultivasi sehingga dapat menjadi optimal. “Di Korea juga ada produk yang mirip, tetapi fishgator memiliki fitur yang sangat lengkap dengan harga yang murah,” ujar seorang juri.
WICO merupakan event internasional untuk memamerkan produk kreativitas mahasiswa yang memiliki peluang memasuki industri atau pasar. Produk-produk ciptaan yang dipamerkan terdiri dari kategori Architecture, Environment and Biology, Health and Medical Item, Electric, Electronic and Komputer, Stasionery and Education, Otomotive, Transportation, and Machines. Event yang diadakan di SETEC Convention Center Seoul, Korea Selatan dari tanggal 2-4 Agustus 2018 ini, diikuti oleh lebih dari 20 negara termasuk Indonesia.
Sumber : https://www.kemlu.go.id/seoul/id/berita-agenda/berita-perwakilan/Pages/AMIKOM-Yogyakarta-raih-medali-emas-dalam-ajang-World-Invention-Creativity-Olympic-(WICO)-Award-2018-di-Seoul.aspx



Kepada staf KJRI Hong Kong, Ahmad Thabib Mubarok menyampaikan kesannya dalam mengikuti kompetisi tersebut. “Walaupun di sana kita jadi kaum minoritas, tidak kalah bersaing dengan negara-negara maju. Apa yang kita bawa dari Indonesia dianggap unik oleh mereka. Saya sangat bangga dengan kekayaan sumber daya alam dan kebudayaan Indonesia”, ujarnya.
Selain itu Peneliti muda dari SMA N 1 Kediri, Shona dan Fidya Membuat tisu basah dari belimbing wuluh. Mereka mengatakan “Bawang adalah tanaman rumpun yang termasuk dalam salah satu varietas yang dapat digunakan sebagai desinfektan untuk hama pertanian. Sementara itu, belimbing wuluh adalah buah yang saat ini hanya digunakan sebagai bumbu dapur dan nit lebih banyak diproses. Baik bawang merah maupun belimbing wuluh, berdasarkan beberapa kajian pustaka, mengandung sejumlah senyawa yang memiliki sifat sebagai senyawa flavonoid desinfektan. Melalui metode ekstraksi dengan memadukan secara terpisah dan memanaskannya dalam suhu konstan 60, ekstrak bawang merah dan belimbing wuluh kemudian dicampur dengan alkohol untuk digunakan sebagai pembersih tangan antiseptik alami yang diaplikasikan melalui tisu basah untuk pembersih tangan dan kompres demam instan. Hasil uji organolaptik melalui metode tes responden dimana 10 responden memberikan penilaian setelah melakukan uji observasi pada masing-masing sampel untuk lap basah (hand sanitizer) dan kompres demam disimpulkan bahwa ekstrak bawang merah dan belimbing wuluh dapat dikombinasikan menjadi antiseptik. bahan yang dapat diterapkan untuk berbagai produk komersial dalam bentuk pembersih tangan dan bantalan demam praktis dalam bentuk tisu”.
2018 yang di selenggarakan di Turkey tanggal 4-10 Juni kemarin, Program ini dikemas sangat berbeda dari program pameran biasanya. Program yang menawarkan kegiatan-kegiatan yang sangat
edukatif mulai dari kompetisi, seminar, ice breaking, tour, malam budaya, exchange gift, danlain sebagainya membuat para peserta sangat menikmati kegiatan ini mulai hari pertama sampaiselesai.
Program yang di khususkan untuk Sekolah Menengah ini diikuti oleh negara negara bagian Eropa, Amerika, Afrika, Timur Tengah, Asia dan juga Asia Tengah. Menariknya lagi Tim Indonesia dari sekolah SMA Semesta Semarang berhasil memperoleh juara 2 di Bidang Biologi, kemudian diikuti oleh SMA Lazuardi yang berhasil menempati Juara 3 di bidang Engineering dan juga
juara 4 di bidang Biologi. Penjurian yang sangat ketat sekali karena seluruh peserta di wajibkan untuk melakukan oral presentasi di hadapan juri dan mendemonstrasikan alat-alat nya serta hasil yang di dapat.
Tentu ini tidak mudah karena para peserta bersaing dengan seluruh perwakilan terbaik dari berbagai sekolah International dari negara negara bagian yang disebutkan diatas.
Selamat kepada tim Indonesia


