Indonesia Raih 20 Emas di Ajang ITEX 2018 Kuala Lumpur

KBRN, Jakarta : Berita membanggakan datang dari Inovator Muda Indonesia yang berhasil meraih 20 medali Emas, 31 perak dan 19 Perunggu di ajang “29th International Invention, Innovation and Technology Exhibition 2018″. Indonesia melalui Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) membawa 70 proyek inovasi dari berbagai institusi Pendidikan di Indonesia, mulai dari SD, SMP, SMA dan Universitas, di antaranya SD Ar-Rahman Motik Jakarta, SMP Nusa Dua, SMPN 3 Denpasar, SMAN 38 Jakarta, SMAN 6 Yogyakarta, SMA Labschool Unsyiah, universitas Negeri Medan, Universitas Hasanuddin dan Universitas Mercu Buana.

Kegiatan yang digelar selama tiga hari mulai tanggal 10-12 Mei 2018 di Kuala Lumpur Convention Center, Malaysia, diikuti oleh lebih 1.000 proyek inovasi dari 20 Negara, di antaranya Malaysia, Indonesia, China, Jepang, Korea, Yaman, Saudi Arabia, Polandia dan beberapa negara lainnya.

Menurut Megaria Agustina selaku Director International Partnership INNOPA, tahun ini minat anak anak dalam bidang kreativitas dan inovasi meningkat tiga kali lipat mencapai 70 proyek inovasi di ajang ITEX 2018.

“Ini prestasi yang sangat luar biasa bagi negara Indonesia, karena kita sudah mampu bersaing dengan negara lain, khususnya di bidang inovasi dan kreativitas,” ujarnya.

Bidang yang diikuti juga bermacam-macam, mulai dari teknologi, pertanian, mesin, kimia, tekstil, kesehatan, bioteknologi, produk kantor, kebutuhan hidup, elektro, pendidikan, olahraga dan permainan, desain, ilmu sosial dan lainnya.

INNOPA adalah asosiasi nasional yang bergerak dalam bidang pengembangan dan promosi produk-produk inovasi di Indonesia, membantu para innvator Indonesia mempromosikan ide-ide atau produk inovatif mereka ke level internasional

“Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) selaku perwakilan resmi dari internasional, merekrut para inovator muda indonesia melalui seminar dan juga secara online. Dari kurang lebih 250 proyek inovasi yang mendaftar ke INNOPA, tepilih sebanyak 70 proyect untuk maju ke level Internasional,” tutur Megaria Agustina. (Ril/HF)

Indonesia Raih 20 Emas di ITEX 2018 Malaysia

JAKARTA – Berita membanggakan datang dari Inovator Muda Indonesia yang berhasil meraih 20 Emas, 31 Silver dan 19 Perunggu diajang “29th International Invention, Innovation and Technology Exhibition 2018”. Indonesia melalui Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) membawa 70 Project Inovasi dari berbagai institusi Pendidikan di Indonesia mulai dari Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Universitas. Diantaranya SD Ar-Rahman Motik Jakarta, SMP Nusa Dua, SMP N 3 Denpasar, SMA N 3 Denpasar, SMA N 2 Denpasar, SMA N 6 Denpasar, SMA N 38 Jakarta, SMA N 6 Yogyakarta, SMA Lazuardi GIS, SMA N 1 Matauli Pandan, SMA Islam As-Shofa, SMA Labschool Unsyiah, SMA N 12 Banda Aceh, Universitas Medan Area, universitas Negeri Medan, Universitas Sumatera Utara, Universitas Hasanuddin, Universitas Mercu Buana, Universitas Diponegoro, Universitas Sebelas Maret, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga.

Kegiatan yang digelar selama 3 hari tanggal 10-12 Mei 2018 di Kuala Lumpur Convention Center Malaysia diikuti oleh lebih 1000 Projek inovasi di seluruh dunia dari 20 Negara diantaranya Malaysia, Indonesia, Thailand, China, Hongkong, Taiwan, Japan, Korea, Yemen, Oman, Bangladesh, Kyrgikistan, Iran, Saudi Arabia, Qatar, Poland, dan beberapa negara lainnya.

Menurut Director International Partnership INNOPA, Megaria Agustina, peminat bidang kreativitas dan inovasi meningkat pesat. “Tahun ini minat anak anak dalam bidang kreativitas dan inovasi sangat meningkat 3 kali lipat, bahkan 70 project inovasi diajang ITEX 2018 dan ini prestasi yang sangat luar biasa bagi negara Indonesia, karena kita sudah mampu bersaing dengan negara lain khususnya di bidang inovasi dan kreativitas,” katanya.

Bidang yang diikuti juga bermacam-macam mulai dari teknologi, pertanian, mesin, kimia, tekstil, kesehatan, bioteknologi, produk kantor, kebutuhan hidup, elektro, Pendidikan, olahraga dan permainan, desain, ilmu social dan lainnya.

Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) selaku perwakilan resmi dari Internasional merekrut para Inovator Muda Indonesia melalui seminar dan juga secara online, dari kurang lebih 250 Project Inovasi yang mendaftar ke INNOPA tepilih sebanyak 70 project untuk maju ke level Internasional. Tutur Megaria Agustina. (ANP)

WINTEX 2018, Kolaborasi ITB dan INNOPA Promosikan Teknologi dan Inovasi

BANDUNG, itb.ac.id – Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan Institut Teknologi Bandung (LPIK-ITB),  dan Indonesian Invention and Innovation Promotion Associaton (INNOPA), bekerja sama menyelenggarakan World Invention and Technology Expo (WINTEX) 2018. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada hari senin hingga selasa, (12-13/3/2018), di Aula Barat dan Aula Timur, Kampus ITB, Jalan Ganesa Bandung.

WINTEX 2018 merupakan kompetisi Inovasi Internasional yang kali ini diikuti lebih dari 100 proyek inovasi peserta dari berbagai negara, seperti Indonesia, Malaysia, India, Sri Lanka, Taiwan, Korea, USA, Croatia, dan Romania. Peserta tercatat berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi.

Kegiatan yang membuka kesempatan bagi para peserta untuk memperkenalkan dan memasarkan produk-produk inovasi, ini dibuka oleh sambutan Presiden INNOPA, Erricha Insan Pratisi, dan kemudian Ketua LPIK ITB, Prof. Dr. Ir. Suhono Harso Supangkat, M.Eng. Usai pelaksananaan pemotongan pita, Presiden INNOPA memberikan sertifikat kepada Ketua LPIK ITB sebagai simbol dimulainya kerja sama antara INNOPA dengan LPIK ITB.

WINTEX 2018 dimeriahkan oleh penampilan Rampak Kendang, sekaligus sebagai ajang untuk memperkenalkan tarian tradisional Indonesia kepada para tamu maupun pengunjung dari berbagai mancanegara, yang tampak hadir di acara tersebut.

Konsep sustainability atau keberlanjutan merupakan topik seminar yang dipaparkan oleh CEO Total Infra Solutions, Damy Matheus Heezen sebagai salah satu mata acara pembuka. Damy mengungkapkan bahwa, kebanyakan pembangunan di Indonesia belum menerapkan pembangunan berkelanjutan dan masih berupa pembangunan teknis. Oleh karena itu, keberlanjutan harus dijadikan pertimbangan utama berinovasi. Seminar kedua dibawakan oleh Prof. Suhono mengenai Smarty City.

Memasuki siang hari, di Aula Timur mulai dipenuhi peserta pameran proyek inovasi. Dekorasi pameran yang telah disiapkan secara apik oleh setiap peserta pameran, akan mendapat penilaian dari juri yang sebagian besar merupakan staf pengajar di ITB. Peserta berkompetisi untuk penghargaan special prize, medali emas, medali perak, dan juga medali perunggu di berbagai bidang. Bidang-bidang tersebut di antaranya adalah Machinery/Metal, Electricity/Electronic, Information/Communication, Textile/Chemistry, Agro-Fishery Products, Engineering.Construction, Biotcehnology & Health, Educational Items, Social Science & Humanistic, Office Products, Sports and Games, Personal Care Products, Necessaries of Life, dan Design.

Hari kedua WINTEX 2018, Selasa (13/03/2018), dikhususkan untuk pelaksanaan eksibisi. “Acara ini bukan acara yang pertama bagi INNOPA, tapi merupakan acara yang pertama kita berkolaborasi dengan ITB,” tutur Megaria Agustina selaku Direktur International Partnertship INNOPA.

Penulis:  Sabrina Farah Salsabilla_15316046

Dokumentasi: Sabrina Farah Salsabilla_15316046

ITB Journalist Apprentice 2018

Editor : Fivien Nur Savitri

ITB Gandeng INNOPA Gelar Kompetisi Inovasi Internasional

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Keanekaragaman sumber daya alam dan jumlah sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia, memberikan suatu tantangan yang nyata kepada inovator muda. Khususnya, dalam memamerkan dan mempromosikan produk inovasinya. Oleh karena itu, Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) bekerja sama dengan ITB menggelar kompetisi inovasi tingkat internasional.

Inovasi di Indonesia, kata Presiden of INNOPA Erricha Insan Pratis, saat ini, masih banyak yang memanfaatkan sumber daya alam. Sehingga, kurang bisa mengeskplor ke banyak hal.

“Sebagai bentuk apresiasi bagi inovator muda di seluruh dunia, dengan ITB kami menyelenggarakan World Invention and Technology Expo (WINTEX) 2018,” ujar Errich kepada wartawan, belum lama ini.

Errich menjelaskan, WINTEX ini merupakan kegiatan kompetisi Inovasi Internasional di Indonesia. Kegiatan ini, bukan hanya memberikan kesempatan bagi para inovator untuk berlomba, namun juga memasarkan produk inovasi mereka.

WINTEX 2018, kata dia, diselenggarakan di kampus ITB selama dua hari pada 12-13 Maret 2018 yang disponsori oleh PT Pertamina (Persero). Dalam kegiatan ini, dipamerkan juga Lebih dari 100 proyek inovasi dari berbagai institusi dan berbagai negara. Di antaranya Indonesia, Malaysia, India, Sri Lanka, Taiwan, Korea, USA, Croatia dan Romania.

Bentuk kegiatan yang diselenggarakan, kata dia, adalah seminar, pameran dan juga kompetisi. Kompetisi inovasi diikuti oleh berbagai latar belakang mulai dari SMP, SMA, Universitas dan peneliti.

Peserta kompetisi yang berhasil mendapatkan skor terbaik pada masa penjurian akan mendapatkan penghargaan special prize, medali emas, medali silver dan juga medali perunggu. “Para peserta akan bersaing merebutkan penghargaan di berbagai bidang,” katanya.

Errich menjelaskan, beberapa bidang tersebut di antaranya Machinery/Metal, Electricity/Electronic, Information/Communication, Textile/Chemistry, Agro-fishery products, Engineering/Construction, Biotechnology &Health, Educational Items, Social Science & Humanistic, Office Products, Sport & Games, Personal Care Products, Necessaries of life,dan Design.

Menurut Ketua Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK ITB) Suhono Harso Supangkat, INNOPA WINTEX ini, baru tahun ini digelar. Fokusnya, lebih pada tahap awal produk-produk inovasi.

“ITB mencoba menjalin mitra-mitra agar bisa bersama-sama mengembangkan inovasi ini. Kan INNOPA ini, punya jejaring dengan internasional,” katanya.

Suhono menjelaskan, mulai tahun ini ITB memiliki progam Co Creation. Yakni, mengembangkan start up yang ada di ITB dengan menghubungkan jejaring dan koneksi dengan negara-negara lain. Melalui program ini, ITB pun ingin mencoba membantu persoalan yang ada di desa dan kota.

“Di sini kan ada start up dan inovation. Kami ingin gotong royong teknologi bisa masuk dan dimanfaatkan oleh stakeholders,” kata Suhono seraya mengatakan, Co Creation ini merupakan laboratorium kehidupan untukstart up.

ITB Gandeng Innopa Jaring Inovator Muda Unjuk Karya di Wintex 2018

Mediaindonesia.com – INVENTION and Innovation Promotion Association (Innopa) bersama kampus terkemuka Institut Teknologi Bandung menjalin kerja sama menggelar World Innovation and Technology Expo (Wintex) 2018.

Kegiatan Wintex 2018 yang digelar di Aula Barat Kampus ITB pada 12-13 Maret 2018 itu merupakan kompetisi inovasi internasional di Indonesia. Even ini memberikan kesempatan bagi para inovator, khususnya kalangan inovator muda, untuk unjuk karya melalui lomba juga turut memasarkan produk inovasi mereka.

Melalui keterangan tertulis, Rabu (14/3), President of Innopa, Erricha Insan, mengemukakan, saat ini, masih banyak inovator yang memanfaatkan sumber daya alam. Sehingga, belum mampu mengeskplor berbagai hal. Sedangkan inovator di luar negeri telah banyak memanfaat sumber daya bukan alam.

“Ya kita akui bahwa inovator di luar negeri sudah lebih banyak yang berkaitan dengan Internet of Things (IoT),” cetus Errich seraya menambahkan kegiatan pameran ini merupakan proses awal tahap komersialisasi inovator.

Ia menjelaskan, kegiatan ekspo ini disponsori PT Pertamina (Persero). Lebih dari 100 proyek inovasi yang dipamerkan dari berbagai institusi dan juga berbagai negara di antaranya Indonesia, Malaysia, India, AS, Korea, Sri Lanka, Taiwan, Rumania, dan Kroasia.

Adapun bentuk kegiatan yang digelar berupa seminar, pameran, serta kompetisi. Kompetisi inovasi diikuti berbagai jenjang peserta mulai tingkat SMP, SMA, universitas, dan peneliti.

Mereka bersaing merebutkan penghargaan di berbagai bidang, yakni machinery/metal, electricity/electronic, information/communication, textile/chemistry, agro-fishery products, engineering/construction, biotechnology and health, educational items, social science and humanistic, office products, sport and games, personal care products, necessaries of life, dan design.

CSR dan SMEPP Advisor Pertamina, Affan Hidayat, menjelaskan, Pertamina saat ini banyak berperan dalam pengembangan start up. Banyak potensi start up yang berkualitas dan harus mendapatkan bantuan dari berbagai kalangan. Pihak Pertamina pun memberikan bantuan berupa CSR.

Dalam kesempatan sama, Kepala Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) ITB, Suhono Harso Supangkat, mengingatkan selama ini pelaku start up berjalan sendiri-sendiri. Karena itu, melalui Innopa Wintex diharapkan pihak Innopa turut berkontribusi dengan memanfaatkan jejaring internasional yang dimiliki.

Pada tahun ini, kata dia, ITB memiliki progam co creation. Suatu bentuk program yang mengembangkan start up yang ada di ITB dengan menghubungkan jejaring dan koneksi dengan negara-negara lain.

Melalui program ini, ITB pun ingin mencoba membantu persoalan yang ada di desa dan kota, seperti masalah sampah dan lingkungan.

“Kita bisa coba 5-6 start up bergotong royong dalam suatu kawasan membangun di perdesaan dan perkotaan,” cetusnya. (RO/OL-1)

INNOPA Mengirimkan 37 Inovasi di Thailand Inventors Day 2018

Suaraterkini.com – INNOPA kembali berpartisipasi mengirimkan projek inovasi. 37 Inovasi para siswa dan mahasiswa dari berbagai provinsi Indonesia berlaga di ajang Intellectual Property Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) 2018 berlangsung 2-6 februari 2018 di Bangkok International Trade and Exhibition (BITEC) Bangkok Thailand.

Director of International Partnership INNOPA Megaria Agustina, dalam rilisnya mengatakan Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA) memilih Perwakilan Indonesia yang mengikuti Kompetisi IPITEX 2018 bersaing lebih dari 30 negara diantaranya Indonesia, Malaysia, Singapore, Vietnam, Thailand, Korea, Japan, Taiwan, Phillipines, India, Iran, Egypt, UAE, Poland, Romania, China, Macau, Hong Kong, England, Lebanon, Russia dan negara lainnya lebih dari 1000 Inovasi dari berbagai kategori seperti Teknologi, Pertanian, Kimia, Biologi, Mesin, Desain, Kedokteran, dan lainnya.

“Tahun ini innopa mengirimkan 37 proyek inovasi dan menduduki posisi keempat terbesar setelah Korea dalam membawa proyek Inovasi di acara IPITEX 2018. Ini merupakan sebuah prestasi yang luar biasa bagi Indonesia untuk menunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing dan turut berpartisipasi aktif di ajang Inovasi dunia.

Acara yang berlangsung selama 5 hari membuahkan hasil yang sangat baik yaitu berhasil menyabet 15 Medali Emas, 7 Medali Silver dan 15 Medali Perunggu dan berbagai special award dari berbagai negara.

Megaria menambahkan bahwa INNOPA sebagai asosiasi swasta yang menyaring anak-anak untuk berlaga di International berharap inovasi yang telah dibuat tidak hanya sampai disini (Prestasi), tapi bisa dikembangkan dan diproduksi secara masal sehingga berguna bagi masyarakat.

Untuk itu, megaria berharap peran dari lembaga pendidikan, pemerintah dan swasta terutama para investor untuk membantu anak-anak memproduksi inovasi sehingga dapat memiliki nilai ekonomi dan dapat dipasarkan di Indonesia bahkan dunia, harapnya.

Indonesian Innovations Win Top 4 at Bangkok Tech Exposition 2018

Jakarta (ANTARA News) – Thirty-seven innovation projects of Indonesian school and university students, who joined the Indonesian Invention and Innovation Promotion Association (INNOPA), have successfully made it to the top four at the 2018 Intellectual Property Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) competition in Bangkok, Thailand.

INNOPA`s Director of International Partnership, Megaria Agustina, stated here on Thursday that INNOPA has delivered 37 innovation projects this year.

“This is a remarkable achievement for Indonesia and shows that Indonesia is able to compete and participate in the world innovation event,” she noted.

At the five-day event, Indonesian participants won 15 gold medals, 7 silver medals, and 15 bronze medals, as well as various special awards.

Agustina remarked that INNOPA is a private association that selects Indonesian students to compete in international competitions. She hoped that the innovations made by Indonesian students would not only be confined to IPITEX but would also be developed and produced en masse to be useful for people.

“Surely, this requires investors, who can help the students produce their innovations that can be marketed,” she revealed.

The IPITEX 2018 competition is held annually by the National Research Council of Thailand from Feb 2to 6. The date has been designated as Thailand Inventors Day.

The IPITEX 2018 competition was participated by more than 30 countries, including Indonesia, Malaysia, Singapore, Vietnam, Thailand, Korea, Japan, Taiwan, Philippines, India, Iran, Egypt, UAE, Poland, Romania, China, Macau, Hong Kong, England, Lebanon, and Russia.

Over one thousand innovations from various categories, such as engineering, agriculture, chemistry, biology, machinery, design, and medicine, were exhibited and competed at the event.

Indonesia Sabet 15 Medali Emas di Kompetisi IPITEX Thailand

 

 

Liputan6.com, Bangkok – Berlaga di ajang Intellectual Property Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEX) 2018, Bangkok Thailand, Indonesia berhasil menyabet 15 medali emas untuk karya inovasinya.

“Bukan hanya medali emas, Indonesia juga membawa pulang tujuh medali silver dan 15 medali perunggu. Serta berbagai spesial award dari berbagai negara,” papar Megaria Agustina sebagai Director of International Partnership INNOPA, Jumat (9/2/2018).

Menariknya, bila pada kompetisi sebelumnya Indonesia mengirimkan termuda adalah peserta berusia 17-18 tahun, kali ini siswa SMP yang diwakilkan SMPN 3 Depansar mampu mengikuti kompetisi ini. Lalu peserta lain adalah SMAN 3 Denpasar, SMA Matauli Padan. Kemudian untuk tingkat universitas diikuti oleh Universitas Sumatra Utara, Universitas Riau, UNS, UGM, IPB, Universitas Brawijaya, Undip, UNY, Universitas Negeri Medan, dan Universitas Hasanudin.

 

 

Jika ditotal, Indonesia mengirim 37 proyek inovasi serta menduduki posisi keempat terbesar, setelah Korea dan negara-negara maju lainnya. Menurut Megaria, ini merupakan sebuah prestasi yang luar biasa bagi Indonesia untuk menunjukkan Indonesia mampu bersaing dan turut berpartisipasi aktif di ajang Inovasi dunia.

Sebab, pesertanya pun mencapai 30 negara. Seperti Jepang, China, Rusia, Mesir, India, Hongkong, Singapura dan negara maju lainnya.

“Kemarin itu totalnya lebih dari 1.000 inovasi dipamerkan dan dilombakan di berbagai kategori. Seperti Teknologi, Pertanian, Kimia, Biologi, Mesin, Desain, Kedokteran,” kata Megaria.

INNOPA Raih 17 Medali dan Penghargaan Inovasi Terbaik Asia di Taiwan

Jakarta, INDONEWS.ID – Indonesian Invention Innovation Promotion Association (INNOPA) meraih 17 medali dan Inovasi Terbaik Asia, dalam ajang Kaohsiung International Invention and Design EXPO (KIDE) yang diselenggarakan World Invention and Intellectual Properti Association (WIIPA) dan Taiwan Inventions Product Promotion Association (TIPPA) di International Convention Centre Kaohsiung (ICCK), di Kaohsiung, Taiwan dari 8 hingga 10 Desember, 2017.

Ke-17 medali tersebut terdiri dari 8 emas, 5 perak, dan 4 perunggu.

Hal itu diungkapkan Director International Partnership INNOPA Megaria Agustina melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (10/12/2017).

Megaria mengatakan acara internasional ini merupakan pameran pertama yang menggabungkan “Invention”, “Design” dan “International Conference”.

“Acara ini diikuti oleh berbagai jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah, perguruan tinggi, universitas bahkan para professor dari berbagai institusi,” ujarnya.

President Indonesian Invention and Innovation (INNOPA) Erricha Insan Pratisi mengatakan, peserta event KIDE tahun ini meningkat sangat drastis dan diikuti oleh lebih dari 500 invention yang berasal dari 20 negara yaitu, Kanada, China, Kroasia, Mesir, Ghana, Hong Kong, Indonesia, Iran, Korea, Macao, Malaysia, Filipina, Polandia, Saudi Arabia, Singapore, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Turkey dan Vietnam.

(Para penerima penghargaan dalam event di Taiwan. Foto: Ist)

Erricha mengatakan, ke-17 proyek inovasi yang dibawa peserta Indonesia mendapatkan banyak penghargaan dari berbagai negara. Indonesia juga berhasil menyabet 17 special award.

“Yang paling membanggakan tentu saja dengan didapatkannya penghargaan sebagai Inovasi Terbaik di Asia, oleh salah satu peserta kami yang berasal dari universitas. Tentu saja ini sangat mengharumkan nama bangsa dan kedepannya INNOPA akan terus berusaha memotivasi teman-teman inovator lainnya di Indonesia untuk berprestasi di Internasional dan bersama-sama membuat Indonesia bangga,” ujar Erricha.

Dia berharap, di tahun depan, peserta yang mengikuti event KIDE semakin bertambah, sehingga proses transfer teknologi antarnegara bisa lebih luas lagi.

Penghargaan di Taiwan ini juga diharapkan memotivasi inovator Indonesia untuk unjuk gigi dan  berprestasi di kancah Internasional. “Kami mengundang bukan hanya dari kalangan siswa atau mahasiswa, tapi juga bagi perusahaan-perusahaan dan institusi di Indonesia untuk berani memamerkan produk-produk inovasinya ke dunia,” ujar Erricha.

Megaria menambahkan, INNOPA merupakan asosiasi nasional yang telah ditunjuk secara resmi untuk menyeleksi karya para innovator Indonesia secara online yang dibuka sejak satu tahun lalu. Setiap tahun inovasi yang dipamerkan juga sangat luar biasa, mulai dari para inventor sekolah dasar, sekolah menengah, universitas, bahkan sampai industri.

Di tahun ini, INNOPA berhasil membawa 17 tim yang berasal dari 11 sekolah dan universitas di seluruh Indonesia dan mendapatkan hasil yang sangat memuaskan. Berikut, nama dan inovasi yang meraih penghargaan tersebut:

Medali Emas

  1. SMA 1 Matauli Pandan

Inovasi        : AVOTEAMAN (Avocado Tea Many Benefits)

Inovator      : Afgha Satriya Prayoga, Dicky Mahaputra Tarigan, Jossy Fareza Tanjung, Kristian Anugrah Gea, Salman Raihan Sinulingga, Zidan Dzulyadain Amri

  1. SMA 1 Matauli Pandan

Inovasi        : CORNCOB HAND SANITIZER

Inovator      : Andrea Jhonsius Manurung, Devi Gita Arianti Harahap, Dicky Mahaputra Tarigan, Emilia Fadillah Hutagalung, Mutiah Holil Nasution, Tiara Jamil Kharisma Abadi Zebua

  1. SMA Negeri 1 Denpasar

Inovasi        : Analysis on Active Ingredients on Ointment Made From The Extract of Gardenia augusta Leaves to Inhibit Mouth Ulcer Caused by Candida Albicans Fungus

Inovator      : Pande Nyoman Dimas Pratistha, Regina Ditta Prameswari Bismark, Metta Devyani Putri Wardhana

  1. Sekolah Surya Buana Malang

Inovasi        : Application of Unused Goods to The Learning of Plane Mirror in  Geometrical Optic

Inovator      : Rakha Naufal Putra Dhaniwijaya, Mardiyah Jusuf Hasan Mansoor

  1. Universitas Islam Indonesia

Inovasi        : MIRACLE (Mosquito Repellent Mat Electric) From Breadfruit Flower (Artocarpus altilis) and Frangipani Flower (Plumeria alba) Essential Oil as An Innovation  of Eco-Friendly Aromatic Insecticides

Inovator      : Al Wafie Akbar Basaqi, Endah Desiyani, Lilis Suryani

  1. Universitas Islam Indonesia

Inovasi        : Jogja Siaga, Application for Relief in Emergency

Inovator      : Nadhifah Khairunnisa’ Alfath, Yanasta Yudo Pratama, Ikhwan Alfath Nurul Fathony, Nastiti Widya Ikhsani

  1. Universitas Islam Indonesia

Inovasi        : UNISI Doll as a Tool Overcoming Resistance in Tuberculosis Treatment

Inovator      : Yanasta Yudo Pratama, Reinike Larasati Fajrin, Nurmala Widya Absari, Taufiq Singgih Baskoro, Hasyim Abdulloh, Riadho Clara Shinta, Putri Wahyu Ningsih, dr. Sufi Desrini, M.Sc

  1. Universitas Sumatera Utara

Inovasi        : HERBALFOAM: HEALTHY CULINARY PACKAGING PRODUCT USING ACACIA TREE SAP POWDER AND CHITOSAN

Inovator      : APRIAL SYAHPUTRA, RISDARWANTO, ANDREASEN P. CHAIDIR

 

Medali Silver

  1. SMA Lazuardi GIS

Inovasi        : Multi-functional Pollution Converter

Inovator      : Syifa Mahirah Athaillah Ikhsan, Fikar Ilya Rahman, Jaisy Ghilman Zaki, Said Agil Affan, Muhammad Naufal Williand

  1. SMA Lazuardi GIS

Inovasi        : The Utilization of Bicycle Kinetic Motion and Piezoelectric Powered Speed Bump as an Alternative Energy Producer

Inovator      : Dhanis Agha Prawira, Kayla Shevadena, Alifah Syafaa Nabila, Akila Kumalasari, Siti Sarah Jauhari

  1. Universitas Diponegoro

Inovasi        : Mobile Home Care Application, A Creative Promotional Way for Home Care Business

Inovator      : Rizqi Amilia, Riyantika Ayu Ramandhani, Rana Rofifah, Muchammad Fikri Al Ghifari, Fachri Ibnu Utomo

  1. Universitas Brawijaya

Inovasi        : Kita Olahraga (kitaolahraga.com) “Marketplace that providing services to book sports venues online”

Inovator      : Fahmi Alfareza, A’ang Muammar Zein, Dedik Prasetyo, I Gede Tika Permana, Rizhaf Setyo Hartono

  1. Universitas Brawijaya

Inovasi        : AUTOFINE (AUTOMATIC ELECTROMAGNETIC FISH TUNNEL)

Inovator      : Godam Ardianto, Yamamo Satrio, Laili Salista Romdani, Aditya Chandra Darma Saputra, Nadeya Anggraeni Mulianingtyas

(Acara pemberian penghargaan di Kaohsiung, Taiwan dari 8 hingga 10 Desember, 2017).

 

Medali Perunggu

  1. SMA Negeri 1 Denpasar

Inovasi        : Analysis on Active Ingredients on Ointment Made From The Extract of Gardenia augusta Leaves to Inhibit Mouth Ulcer Caused by Candida Albicans Fungus

Inovator      : Pande Nyoman Dimas Pratistha, Regina Ditta Prameswari Bismark, Metta Devyani Putri Wardhana

  1. SMA Negeri 3 Denpasar

Inovasi        : UTILIZATION OF COMBINATION HIBISCUS LEAVES EXTRACT(Hibiscus rosa-sinensis) AND SCREWPINE LEAVES EXTRACT(Pandanus amaryllifolius) AS MEALYBUG INSECTICIDE (Pseudococcus spp.)

Inovator      : Putu Adina Candra Nugrahani, Putu Desi Muliani, Kadek Astri Dwijayanti

  1. SMA Negeri 10 Denpasar

Inovasi        : Paving Biocomposites From Combination of Pineapple Leaf (Ananas comosus) and Egg Shell Biosemen

Inovator      : Putu Mirah Wahyu Subagia Putri, Ni Made Dea Tania Kirana, Ni Komang Windu Rejeki

  1. SMA Lazuardi GIS

Inovasi        : Utilize rainfall and heat engine exchange as alternatives energy

Inovator      : Bagus Alifah Hasyim, Avicena Ghibran Aljabbar, Junika Azka Rusyadiyah, Najaqisthi Rasyahaq, Raden Muhammad Daffa

  1. Universitas Lampung

Inovasi                 : Utilization of Dry Leaves (Coffee (Coffea sp), Banana (Musa paradisiaca) and CaCao (Theobroma cacao L.)) as Paper Making Materials

Inovator      : Geta Okta Prayogi, Ulfiah Fairuz Zhafirah

 

Inovator Indonesia Raih “Special Award” Di Taiwan

Jakarta (Antara News) – Sebanyak 17 proyek inovasi yang dibawa peserta dari Indonesia dalam Kaohsiung International Invention and Design EXPO (KIDE) di Kaohsiung, Taiwan berhasil meraih penghargaan, diantaranya adalah Inovasi Terbaik di Asia.

President Indonesian Invention and Innovation (INNOPA) Erricha Insan Pratisi  di Jakarta, Selasa, menjelaskan keberhasilan meraih 17 Special Award adalah prestasi yang sangat membanggakan bagi Indonesia di kancah dunia.

Apalagi, peserta event KIDE tahun ini meningkat sangat drastis yakni mencapai 500 peserta dari 20 negara sehingga persaingannya pun tak mudah. Adapun pesertanya adalah dari berbagai jenjang pendidikan mulai dari Sekolah dasar hingga para professor.

“Tak semua negara berhasil meraih penghargaan ini tetapi Indonesia berhasil mendapatkan 17 special award. Tentu saja ini sangat mengharumkan nama bangsa dan kedepannya INNOPA akan terus berusaha memotivasi teman-teman inovator lainnya di Indonesia untuk berprestasi di Internasional dan bersama-sama membuat Indonesia bangga,” katanya dalam keterangan kepada media di Jakarta.

Kaohsiung International Invention and Design EXPO (KIDE) diselenggarakan oleh World Invention and Intellectual Properti Association (WIIPA) dan Taiwan Inventions Product Promotion Association (TIPPA) di International Convention Centre Kaohsiung (ICCK) Taiwan dari tanggal 8 sampai 10 Desember 2017.

Acara internasional ini merupakan pameran pertama yang menggabungkan “Invention”, “Design” dan “International Conference”.

Indonesian Invention Innovation Promotion Association (INNOPA) merupakan asosiasi nasional ditunjuk secara resmi untuk menseleksi karya para innovator Indonesia secara online yang dibuka sejak 1 tahun yang lalu.

 

Setiap tahun inovasi yg dipamerkan juga sangat luar biasa, berasal mulai dari para inventor sekolah dasar, sekolah menengah, universitas, bahkan sampai industri.

Di tahun ini, INNOPA berhasil membawa 17 tim yang berasal dari 11 sekolah dan universitas di seluruh Indonesia dan mendapatkan hasil yang sangat memuaskan yaitu delapan gold, 5 silver, dan 4 bronze.

“Dengan raihan yang sekarang didapat dapat memotivasi inovator lainnya. Semoga semakin banyak inovator yg termotivasi untuk unjuk gigi dan berprestasi di kancah Internasional. Kami mengundang, bukan hanya dari kalangan siswa atau mahasiswa tapi juga bagi perusahaan dan institusi di Indonesia untuk berani memamerkan produk-produk inovasinya,” tegasnya.

Pewarta : Achmad Irfan
Editor: Ganet
COPYRIGHT © ANTARA 2017